Hijrah

3 Komentar

Begitu cepat waktu yang berlalu tak terasa saatnya hijrah telah tiba.

Hijrah sesaat untuk kemajuan ilmu pengetahuan, demi negara dan bangsa *tsaahh…*

Jika di lihat lamanya 2 tahun adalah waktu yang lama bagi seebagian orang, namun kiranya akan terasa sangat cepat waktu 2 tahun.

Ada kerinduan yang akan terbawa saat hijrah nanti, kerinduan akan teman-teman di @bloggermaluku a.k.a. Arumbai, dan teman-teman komunitas yang lain yang sudah akrab bahkan pernah sama-sama hunting foto bareng *cekrek*.

Nah buat Almascatie, Ca Eby dan lainnya jangan bersedih di tinggal saya ya, ntar juga balik kok, hehehehehe….

Walaupun jauh di jarak namun keinginanku akan tetap dekat di blog, twitter, fesbuk dan sms…

5 Agustus 2011 saatnya saya hijrah ke Kota Hujan atau yang lebih familiar yaitu Bogor a.k.a Buitenzorg

 

 

 

 

 

 

Jelang Ramadhan

2 Komentar

Bulan Sya’ban segera berakhir dan digantikan oleh bulan yang suci yaitu bulan Ramadhan.  Tak terasa waktu cepat berlalu, dan tak terasa sudah di awal ramadhan. Syukur ku ucapkan ke hadirat Allah SWT yang telah mempertemukan aku dengan ramadhan di tahun ini.

Tak lupa untuk memohon maaf kepada segenap pembaca blog ini atas ketidaknyamanan dalam setiap posting dan komentarnya. Tak lupa saya ucapkan pula Selamat Menunaikan Puasa Ramadhan semoga mendapatkan berkah dan hidayah sehingga tersucikan saat Idul Fitri nanti. Amiin.

Waspada Bencana

9 Komentar

Hujan yang mengguyur Pulau Ambon beberapa waktu lalu tidak hanya membuat coklat air laut di Teluk Ambon bagian dalam, namun juga memunculkan berbagai masalah.  Tanah longsor dan banjir merupakan hal yang pasti terjadi saat hujan lebat mengguyur tanah selama 7 hari berturut-turut. Sampai suatu saat saya melihat sendiri tanah longsor yang membuat kegiatan survey penelitian menjadi batal akibat jalan tertutup tanah longsor tersebut.

Struktur tanah dan batuan yang mudah runtuh dan kurangnya pohon yang berada di lereng bukit, menambah mudahnya tanah longsor. Tak mudah untuk menangani masalah ini jika hujan lebat terus menerus mengguyur, hari ini longsor di satu lokasi, esok harinya longsor terjadi di lokasi lain dan yang parah jika terjadi di daerah pemukiman penduduk.

Ngomong-ngomong soal bencana, saya jadi berpikir sangat-sangat jauh dan agak tidak masuk akal. Begini ceritanya, suatu waktu turun hujan yang lebat seperti kemarin ini, lalu tanah longsor dan banjir terjadi. Nah disaat seperti ini tiba-tiba terjadi gempa dan berpotensi Tsunami. Celakanya adalah pesisir Pulau Ambon adalah lokasi pemukiman penduduk yang tidak terhalang apapun, hanya talud yang dibuat untuk menguatkan badan jalan. Apa jadinya jika hal tersebut terjadi dan bagaimana cara evakuasi penduduk di sepanjang pesisir pantai. Jika lari ke atas bukit saat hujan lebat begitu ancaman tanah longsor semakin besar. Jalur evakuasi juga sangat tidak memungkinkan karena hanya ada satu jalur jalan yang menghubungkan semua desa di pesisir pantai.

Kita saat ini tidak sadar akan bahaya dikemudian hari, namun perlu direnungkan bagaimana cara/pola evakuasi penduduk jika ada bencana seperti itu. Kesiapsiagaan akan bencana harusnya sudah di berikan kepada semua penduduk dilokasi rawan bencana termasuk pembuatan jalur evakuasi jika bencana terjadi.

Pemikiran ini bukan untuk membuat takut penduduk pesisir, namun untuk mengingatkan semua pihak yang berkaitan dengan kebencanaan. Memang belum ada kejadian, namun siapa yang bisa menduga bencana akan datang?

Entri Lama

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.