ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

Posted on

Kuat, Murni, dan Mengagumkan.

Notebook atau Laptop saat ini telah menjadi kebutuhan umum bagi sebagian masyarakat, mulai dari pelajar, mahasiswa, sampai para pekerja.  Seiring waktu berjalan, evolusi notebook di abad 21 menjadi semakin canggih dan fashionable. Notebook menjadi tipis, ringan, serta eye catching namun tetap powerfull dan hemat daya. Salah satu produsen notebook dunia yang telah mendapatkan berbagai penghargaan internasional dan menghadirkan notebook terbaik yang canggih adalah ASUS.

ASUS saat ini telah menghadirkan beragam inovasi produk, terutama untuk jajaran notebook.  Notebook pertama saya adalah ASUS F9S yang memiliki spesifikasi terbaik dikelasnya saat itu. Saya memilikinya tahun 2008, spesifikasi notebook ini cukup mumpuni dengan adanya GPU mandiri dari Nvidia. Ukurannya cukup ringkas dengan layar 12,1 inchi yang mudah dimasukkan kedalam tas kecil, untuk bermain game juga oke.

Hal yang paling mendasari saya memutuskan untuk memilih ASUS adalah soal garansi dan kehandalan

Garansi menjadi penting tatkala barang yang dibeli adalah barang elektronik yang rentan terjadi kerusakan. ASUS menyediakan garansi selama 2 tahun internasional. Mengenai kehandalan, ASUS merupakan produsen komponen perangkat keras PC yang sudah lama eksis di dunia sehingga tidak diragukan lagi kualitas komponen perangkat keras notebook produksi ASUS. Sejak memiliki notebook ASUS F9S ini saya tidak berpaling hati ke merk lain, bahkan beberapa kolega dan rekan telah saya anjurkan untuk memilih dan memiliki notebook maupun produk lain dari ASUS. Pembaca sekalian akan menganga jika saat itu tahu harga notebook ASUS F9S, apalagi jika dibandingkan saat ini. Saat itu dengan harga yang sama, namun spesifikasi ASUS F9S jauh diatas kompetitor.

Selain mengusung CPU kategori Centrino Core Duo, notebook ini memiliki GPU tersendiri dari pabrikan nVidia. Banyak fitur yang diberikan oleh ASUS, terutama untuk urusan asupan listrik. Fitur manajemen daya pada notebook ASUS F9S menjadi idola saya.  Saat bepergian dan harus bekerja tanpa ada input listrik AC, maka daya notebook dialihkan pada baterai. Dalam kondisi menggunakan baterai, saya dengan mudah mengatur bagaimana penggunaan dayanya pada layar, cpu, serta perangkat lunaknya.  Satu hal yang tidak dimiliki oleh merk lain adalah ketika melakukan charging dan saat baterai penuh saya tidak khawatir terhadap baterai karena overcharge, hal ini dikarenakan adanya sistem pengaturan daya yang langsung menghentikan proses charging baterai. Sampai saat ini notebook ASUS F9S milik saya masih cukup baik untuk mengerjakan tugas kantor dan olah grafis yang tidak terlalu berat, bahkan saat menggunakan baterai pun masih kuat diajak bekerja selama 1,5-2,5 jam.

Sistem keamanan notebook ini pun sangat bagus menurut saya. Dengan adanya dukungan perangkat keras pemindai sidik jari, saya cukup memindai sidik jari untuk masuk ke dalam desktop. Selain itu, terdapat fitur enkripsi data bilamana ada orang jahil, maka data akan terenkripsi dan terproteksi dengan aman. Sidik jari yang dipakai ada dua dan bebas memilih sidik jari mana yang akan digunakan. Yang jelas sidik jari tangan lho ya yang dipakai bukan kaki… hehehe…… .

Ada hal yang cukup unik dan aneh pada notebook ASUS F9S saya, yaitu web kamera.  Perangkat web kamera pada notebook ASUS F9S dapat diputar 180 derajat, sehingga bisa untuk merekam kegiatan didepan kita, misalnya saat mengikuti workshop dengan mudah kita rekam dan langsung tersimpan dalam harddisk notebook. Eh masih ada lebihnya lagi, web kamera ini juga dilengkapi dengan led yang berfungsi sebagai flash atau lampu saat merekam. Asik nggak sih???

Walaupun banyak kelebihan dari spesifikasi notebook ASUS F9S, adapula kekurangannya. Perlu diketahui, ASUS F9S ini sudah terinstal sistem operasi Windows Vista yang pada saat itu sedang hot-hotnya. Namun menurut saya sistem operasi ini cukup berat dan memakan ruang harddisk dan memori cukup besar.  Ruang hardisk untuk sistem cukup kecil, sehingga harus pandai mengatur instalasi perangkat lunak.

Begitu pula kapasitas memori yang disertakan dalam paket pembelian hanya 1 GB, sehingga saya tambah menjadi 2 GB. Besarnya memori 2 GB pun masih kurang saat booting dan loading perangkat lunak yang haus memori seperti game dan pengolah gambar, sehingga saya selipkan sebuah kartu memori SD 4 GB. Penambahan ini cukup membantu saat bekerja, beberapa aplikasi dapat dieksekusi dengan lancar dan cepat.

Panas adalah hal yang paling saya benci dari notebook ASUS F9S. Walaupun digunakan dalam ruangan ber-AC, namun panas yang keluar terasa cukup menyengat saat ujung jari didekatkan pada output kipas buangan panas di sisi kiri.  Pernah suatu kali saya iseng me-render sebuah video berformat DVD sebesar 4 GB, yang terjadi adalah panas yang dihasilkan sangat fantastis 60-70 derajat Celcius. Waowww… saya sampai takut dan panik, jadi saya kipasin deh notebook saya mirip ngipasin sate.

Riwayat notebook ASUS F9S saya kurang begitu bagus, sempat bermasalah pada tampilannya gambar dilayar menjadi kecil.  Tepat 2 tahun 3 bulan, notebook ASUS F9S saya kirim ke pusat servis ASUS di Mangga Dua Mall, Jakarta. Petugas servis memberitahu saya via telpon bahwa notebook ASUS F9S kesanyangan saya harus diganti mainboardnya. Ya sudah apa mau dikata kalau harus ganti mainboard yang harus indent dahulu. Satu bulan lebih lamanya akhirnya notebook ASUS F9S saya pun berhasil menyala kembali dan menjadi teman dalam bekerja.  Saya tidak mengganti notebook ASUS F9S ini, karena selain sebagai notebook pertama saya, spesifikasi dan fitur yang ada masih dapat diandalkan sampai saat ini.

Ada hal yang sangat diharapkan adalah keinginan untuk mengganti sistem operasi menjadi yang terbaru, misalnya Windows 8.1🙂 hanya saja memerlukan driver perangkat keras yang sesuai dengan sistem operasi itu. Mudah-mudahan dapat tercapai nih niatan saya. Jadi notebook ASUS F9S milik saya saat ini sudah berusia 6 tahun.

???????????????????????????????Cover body ASUS A46C

Tahun 2013, ASUS mengeluarkan seri notebook baru yaitu ASUS A46C, dan sekarang hadir turunannya yaitu A46CA dan A46CM. Spesifikasi notebook ASUS A46C cukup powerfull dan cantik, sehingga menggoda saya untuk memilikinya. Kebetulan saat itu notebook istri saya sedang bermasalah, sehingga saya putuskan untuk membelinya. Melihat spesifikasi yang ditawarkan memang cukup menggiurkan, dengan CPU Intel Core i3 dan GPU nVidia GeForce GT 635M serta memori 4 GB dan harga yang cukup fantastis murahnya dibanding merk lain.

Design yang tipis dengan sudut yang membulat dipadupadankan dengan balutan cover body yang elegan, inilah yang membuat banyak orang terkesima, termasuk saya. Design ASUS A46C ini menjadi favorit saya saat pertama kali melihat, ringan, simpel serta tipis namun tetap kokoh.  Walaupun memiliki layar berukuran 14 inci, namun bobot notebook hampir sama dengan notebook 13 inci dengan DVDRW. Mungkin ada baiknya jika bezel sisi kanan dan kiri layar dikurangi agar lebih sedap dipandang mata dan akan memangkas ukuran notebook menjadi sedikit lebih kecil. Sebab saat masuk kedalam tas, ukuran notebook terasa cukup panjang dan lebar.

Dengan bahan aluminum yang tahan gores, ketebalan 21mm seperti pulpen, dan tetap dingin saat diajak bekerja sepanjang hari.  Hal ini yang menjadikan notebook ASUS A46C menjadi notebook terbaik sepanjang hidup saya.  Bagaimana tidak, dari spesifikasi saja saya sudah cukup puas, apalagi dengan design ASUS yang menarik.  ASUS juga memberikan lebih buat saya sebagai pengguna notebook, yaitu berupa garansi 2 tahun internasional yang tidak dimiliki oleh merk lain. Nggak sampai disini saja hebatnya, walaupun tipis tapi masih punya optical DVDRW loh. Cukup revolusioner memang, dengan tebal cuma 21 mm masih muat disematkan DVDRW. Ini terkadang penting karena pada beberapa situasi saya sangat memerlukan drive DVDRW untuk menyimpan hasil pekerjaan dan kemudian dikirimkan dalam bentuk keping CD atau DVD. Coba kalau nggak ada, pasti ribet jadinya.

???????????????????????????????ASUS A46 C setipis pulpen

Kelengkapan lain yang sangat membantu adalah USB 3.0 yang lebih cepat 10 kali dari USB 2.0 dalam membaca media penyimpanan portabel. Walaupun flashdisk yang saya miliki masih berteknologi USB 2.0, namun saat ditancapkan pada USB 3.0 terasa lebih gegas dalam menyalin file, apalagi hanya membaca file. Coba saja dibandingkan kecepatan saat menyalin file dari notebook ke media flash disk, gunakan USB 2.0 yang berada di sisi kanan, kemudian bandingkan saat memakai USB 3.0 yang berada di sisi kiri notebook.

Fitur Instan On merupakan salah satu andalah produk ini. Saat kita ingin istirahat, maka klik saja mode Sleep dari menu start. Kemudian saat ingin bekerja kembali, tinggal pencet tombol power maka kita langsung masuk ke desktop, sangat cepat nggak pakai lambat dan langsung kerja. Nah, ada fitur yang menarik nih saat notebook idle yaitu Life Frame. Coba deh buat kalian yang pakai notebook ASUS dan ada fitur Life Frame, maka screensaver bisa kita atur untuk menampilkan rekaman kamera secara live. Wah macam cctv saja ya jadinya… .

Selain spesifikasi perangkat keras yang mumpuni untuk pekerjaan saya dan istri, hal lain yang membuat saya terkagum-kagum adalah panas yang dihasilkan selama bekerja sangat adem alias cool… Bahkan saat hanya bekerja mengetik saja temperatur sistem cukup stabil di kisaran 34-38 derajat Celcius. Amazing brooo… padahal saya sering bekerja dengan notebook ASUS A46C ini tanpa pendingin ruangan, bahkan pernah saya pakai 2 hari full tanpa mati juga masih adem dan cool.  Ini berkat disematkannya bahan aluminum pada permukaan, sehingga panas yang timbul bisa langsung lepas ke alam bebas. Tapi masih penasaran apakah sanggup buat kerja nonstop 4 hari full buat analisis kombinasi menggunakan perangkat lunak dengan data yang banyak.

Teman : “Wah banyak ya teknologi ASUS yang hadir di notebook A46C ini.”
Saya      : “Iya dan masih ada lagi nih yang menarik, yaitu ASUS FaceLogon. Fitur ini memungkinkan kita untuk menjadikan web kamera sebagai pembuka password.”
Teman : “Macam film-film Holywood saja ya?”
Saya      : “Iya, nih canggih kan?

???????????????????????????????Penampakan keyboard, touchpad, dan layar ASUS A46C

Jadi ASUS memang memudahkan para penggunanya. Fitur yang satu ini juga membuat mudah pengguna notebook ASUS, USB Charger Plus. Ya fitur yang satu ini memberikan kemudahan dalam hal pengisian daya listrik terhadap semua jenis gadget yang kita miliki.

Teman  : “Bagaimana saat notebook kita mati?”
Saya       : “Tenang saja kawan… enggak masalah itu, USB Charger Plus tetap bisa digunakan walaupun notebook kita dalam kondisi mati.”
Teman  : “Wah betul-betul memudahkan ya…”

Fitur manajemen daya lebih ciamik lagi, dengan mengaturnya setepat mungkin saya pernah gunakan untuk mengetik hanya dengan baterai selama 5-6 jam itu pun masih buat browsing dan multi taksking lainnya. Saat tiba-tiba listrik padam misalnya, secara otomatis sistem akan mengalihkan penggunaan daya pada mode baterai yang sudah kita atur sebelumnya. Baterai yang disandang juga enak dipandang mata, ramping dan memanjang diantara engsel layar. Bicara soal layar, ASUS menyematkan teknologi Splendid yang mampu meningkatkan kontras dan warna. Jadi saat nonton film semakin menyenangkan.

Chiclet Keyboard extra nyaman, selain karena empuk juga pas untuk pria yang ujung jarinya besar-besar hehehehe…. terutama untuk tombol arah panah yang sangat vital saat bermain game. Konfigurasi tombol pada keyboard juga mempengaruhi saya dalam memilih notebook. Chiclet Keyboard, selain mengandung unsur estetika yang sedap dipandang, jarak antar tuts juga mempengaruhi kenyamanan mengetik.

Notebook ASUS A46C memiliki touchpad yang luas dan cukup sensitif, sehingga menambah kenyamanan dalam bekerja. Teknologi Smart Gesture yang terdapat pada touchpad memberikan nuansa seperti layaknya touchscreen pada sebuat tablet pc. Tapi menurut saya lebih suka memakai mouse, apalagi saat bekerja mengolah gambar atau membuat peta, jika menggunakan touchpad kadang kurang presisi.  Nah, padahal sewaktu beli ASUS F9S saya dapat mouse ASUS, kok pas beli ASUS A46C nggak ada ya?

???????????????????????????????Papan tombol dan touchpad yang lebar

Dari sisi suara kadang notebook hanya dipandang sebelah mata, tapi tidak buat ASUS A46C. Notebook ini sudah dilengkapi dengan speaker berteknologi SonicMaster yang membuat suara sangat kaya, vokal yang jelas dan jernih. Speaker yang terletak di depan tepat di bawah touchpad dapat memberikan pantulan suara pada alas notebook, sehingga suara dapat terdengar merata ke arah pengguna.  Saat memutar video atau film pada malam hari suara terdengar sangat jelas, sampai-sampai saya harus mengecilkan volume agar tidak mengganggu tetangga yang sedang tidur. Bagaimana saat memutar musik atau lagu? Saya merasakan suara yang keluar cukup bagus, seimbang dan tidak pecah, namun untuk suara bass masih kurang dalam. Apalagi jika pakai headphone, wah suara yang terdengar akan semakin menyenangkan.

Ada aplikasi yang sebenarnya jadul, bahkan mungkin tidak banyak digunakan oleh orang namun saya gunakan untuk bekerja. Aplikasi itu adalah ASUS Multi Frame, dengan aplikasi ini saya dengan mudah membagi jendela kerja menjadi 2 atau 4 bagian. Yang paling sering adalah saat saya harus membandingkan dua buah foto secara bersamaan serta membaca sebuah artikel dan mengulas artikel tersebut secara bersamaan.

???????????????????????????????SonicMaster

Kita sebagai pengguna ASUS notebook dapat memperbaharui berbagai macam driver perangkat maupun BIOS melalui ASUS Live Update dan setelah mengunduh aplikasi secara lengkap, maka WinFlash akan meneruskan pekerjaan update tersebut. Namun hati-hati saat ada peringatan untuk merestore kembali ke keadaan awal, sebab semua data yang ada di dalam harddisk akan terhapus permanen. Ini pernah saya alami ketika memakai ASUS F9S dan saya update BIOS, karena tidak tahu maka saya restore notebook seperti keadaan baru dari pabrik. Alhasil semua data yang ada hilang sampai akar-akarnya dan tidak dapat dikembalikan lagi.

konversi video_full_aKonversi Video (4 file video di konversi secara bersaamaan)

konversi video finish_aKonversi Video (4 file video selesai di konversi)

Lihat gambar konversi video diatas, inilah keuntungan menggunakan CPU dengan jumlah thread 4 buah dan memori 4 GB pada notebook ASUS A46C. Notebook yang mengusung Intel Core i3 sanggup mengerjakan converting video sebanyak 4 file selama 8 menit. Satu file video yang di konversi akan dikerjakan oleh 4 thread prosesor, sehingga lebih cepat dalam prosesnya. Jika ada 4 file, maka semua thread digunakan penuh untuk konversi video. Ini adalah percobaan pertama saya untuk menguji kemampuan notebook ASUS A46C, ternyata bagus juga. Sebelas duabelas deh dengan konversi video, aplikasi pengolah gambar pun sangat lancar saat dijalankan, padahal file yang diolah berbentuk raw.

Performa untuk menjalankan game cukup baik, namun untuk game dengan animasi 3D yang halus pengaturan grafis harus diturunkan sedikit. Game yang pernah dicobakan adalah Football Manager 2013. Game ini memiliki dua jenis animasi, 2D dan 3D. Animasi 2D sangat berjalan sangat lancar walaupun dengan pengaturan tertinggi, sedangkan animasi 3D agak tersendat walaupun tidak terlalu terlihat. Nah, saat menjalankan animasi 3D inilah panas hasil kinerja CPU dan GPU yang dihasilkan cukup tinggi. Panas yang keluar dari kipas terasa hangat saat ujung jari didekatkan pada ventilasi.

Aplikasi lain yang pernah saya cobakan pada notebook ASUS A46C adalah ArcView 10.1 untuk mengolah data titik-titik survei lapangan. Hasilnya saat render peta cukup lancar dan tidak terlalu lama. Komposisi perangkat lunak pada notebook ini memang cukup memadai. Pengujian pada notebook ASUS A46C juga dilakukan saat saya membuat tulisan ini. Mulai menulis pagi hari dan tidak saya matikan sampai tulisan ini tayang di blog saya, hanya dibiarkan saja dan otomatis sleep mode bekerja sesuai perintah. Mungkin lain kali akan saya coba kemampuan ASUS A46C untuk proses lainnya. Oiya, ada satu hal yang hampir terlupakan yaitu adanya eManual yang otomatis terinstal saat instalasi driver, file ini berbentuk PDF dan dapat digunakan untuk mengetahui seluk-beluk notebook. 

Sebagai penggemar notebook ASUS, saya juga memiliki notebook idaman di tiap edisinya. Nah kalau sekarang notebook ASUS idaman saya adalah ASUS ZENBOOK UX301LA. Bilamana nanti bisa beli notebook ini, bisa jadi ASUS ZENBOOK UX301LA ini menjadi notebook terbaik dan terfavorit sepanjang hidup saya. Seperti judul tulisan ini :

ASUS Notebook Terbaik dan Favoritku

ASUS Blog Contest

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s