Rakyat Pun Menuntut

Posted on Updated on

Akhir-akhir ini media elektronik, media cetak, maupun jejaring sosial sedang ramai berita mengenai wakil rakyat alias anggota DPR. Kontroversi mengenai kunjungan kerja para anggota dewan ke luar negeri yang kini menjadi buah bibir masyarakat dunia menimbulkan kebencian terhadap mereka. Dengan dalih studi banding disaat parlemen negara tujuan sedang reses, maka hal ini menjadi pemicu ketidakpercayaan masyarakat kepada anggota DPR.

Dahulu, sebelum mereka menjadi wakil rakyat di DPR, sikap para anggota dewan itu juga kritis terhadap ketidakbenaran ulah anggota dewan dimasa lampau. Namun sekarang, yang terjadi adalah pemborosan uang negara yang dipakai untuk keperluan pribadi para anggota dewan. Dahulu juga, anggota dewan menggembar-gemborkan suara untuk memilih dia agar menjadi wakil rakyat yang akan memperjuangkan kepentingan rakyat, namun sekarang mereka terlena oleh berbagai macam fasilitas dan lupa akan janji-janji saat kampanye.

Saat ini jika rakyat menuntut wakilnya di DPR untuk turun seharusnya bisa, karena rakyatlah yang memiliki hak suara untuk memilih mereka. Tapi… tahukah anda tidak ada peraturan yang dibuat untuk menurunkan mereka para anggota DPR yang mengingkari janji kampanye dulu. Jadi jika wakil rakyat semena-mena terhadap rakyat yang memilihnya, itu adalah kesalahan rakyat juga. Kita juga terlalu mudah percaya terhadap calon wakil rakyat. Dan lagi-lagi politik uang memang menjadi senjata yang paling ampuh untuk membeli suara rakyat.

Tak salah jika saat ini rakyat menuntut wakilnya di DPR untuk bertanggungjawab atas kinerja wakil rakyat. Rakyat juga seharusnya sadar bahwa saat pemilu mereka bertanggungjawab atas pilihan para wakilnya untuk duduk di DPR. Nah, jika sudah saatnya anggota dewan tersebut harus turun menjadi rakyat biasa, maka kewajiban mereka adalah mempresentasikan hasil kerja mereka di depan para pemilihnya. Ini yang tidak terjadi selama ini. Saat ini rakyat yang memilihnya tidak tahu wakilnya itu berbuat apa, bekerja apa, dan hasilnya apa?

Kebobrokan wakil rakyat berdampak pada pemerintahan terutama pada presiden, wakil presiden serta para menteri. Mereka kan saling terikat satu dengan yang lain. Seperti rantai makanan di alam, jika ada salah satu yang hilang maka rantai itu akan putus, dan akan terjadi ketidakseimbangan sistem. Jika banyak orang menyalahkan presiden, maka presiden akan balik bertanya “saya kan menunggu keputusan dan peraturan yang dibuat oleh DPR”, nah DPR tidak mau disalahkan atas keterlambatan dan berkilah “pemerintah tidak mau bekerjasama”.

Banyak orang menganggap bahwa pemerintah adalah presiden, namun menurut saya pemerintah itu adalah sistem negara yang melibatkan pimpinan negara dan parlemen. Ini adalah asumsi saya untuk arti pemerintah. Jika saya menuntut untuk menyalahkan pemerintah saya akan mempersalahkan presiden dan jajarannya serta para anggota dewan di DPR. Jadi, rakyatpun boleh menuntut wakilnya di DPR untu berbuat nyata bagi rakyat yang memilihnya dan menuntut kepada presiden agar lebih mementingkan kesejahteraan rakyatnya. Rakyat disini bukan rakyat yang kaya saja, namun masih banyak rakyat yang miskin dan rakyat di pelosok negeri yang jauh dari hingar bingar mahalnya biaya pembanguna gedung DPR yang baru.

2 thoughts on “Rakyat Pun Menuntut

    Ceritaeka said:
    Senin, 30 Mei 2011 pukul 00:20

    Sepertinya perlu dibedakan antara pemerintah dan pemerintahan.
    Lupa artinya namun ini akan menjawab beberpaa paragraf terakhirmu mas Dharma😀
    *garuk2 kepala* Topik ini jd inget diklat prajabatan dulu haha

    Suka

    Dharma responded:
    Jumat, 3 Juni 2011 pukul 20:15

    Bedanya apa dong… *garuk-garuk kepala*

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s