Taksonomi

Posted on Updated on

Taksonomi, kata itu mungkin sering kita dengar atau baca pada buku-buku atau tulisan-tulisan ilmiah yang berhubungan dengan ilmu Biologi. Bagi sebagian orang, khususnya mahasiswa, kata Taksonomi sering kali menjadi momok.

Why? Mengapa? Kenapa sih?

Alasan yang paling mungkin adalah mata kuliah Taksonomi dikenal susah dimengerti. Alasan lainnya adalah saya ndak bisa menghapal nama ilmiah. Nah itu merupakan alasan yang paling sering muncul dari seorang mahasiswa yang HARUS mengambil mata kuliah Taksonomi.

Memang demikian adanya, karena kurangnya informasi awal yang diberikan kepada kita tentang bagaimana ilmu Taksonomi itu sebenarnya. Hai ini yang mendorong saya untuk memberikan gambaran bahwa ilmu Taksonomi bukanlah suatu hal yang susah, malah mungkin menjadi semakin menarik karena kita bisa semakin memahami bagaimana asal-usul dari biota (hewan/tumbuhan). Jadi tidak hanya menghapalkan kebuah klasifikasi hewan atau tumbuhan (Phylum/Divisio sampai Species).

Sebenarnya kita sudah mengenal Taksonomi sejak Nabi Adam. Karena mulai saat itu Tuhan mengenalkan nama benda, hewan dan tumbuhan. Jadi kita bisa mengelompokkan mana tumbuhan, hewan dan benda mati disekeliling kita, itu adalah klasifikasi yang paliiiing mudah. Selanjutnya kita bisa mengelompokkan beberapa jenis tumbuhan seperti cabe, tomat, kentang, dan lainnya. Namun kita tidak bisa mencampur cabe dan tomat menjadi satu nama cabe atau tomat saja. Hal yang sama juga terjadi pada hewan kita tidak bisa menjual daging kambing dicampur dengan daging sapi, pasti akan dituduh menipu pembeli. Lagi-lagi kita sudah mampu mengelompokkan benda mati seperti kursi, meja, batu dan lainnya. Tidak lucu jika kita ingin membeli meja di sebuah toko yang juga menjual batu untuk pondasi yang dijadikan satu lokasi penempatannya.

Hal tersebut diatas sebenarnya adalah ilmu taksonomi, yang secara tidak sadar telah kita miliki. Konsep inilah yang digunakan untuk mengelompokkan berbagai macam jenis hewan dan tumbuhan yang ada di bumi ini, dengan mengacu pada kaidah yang telah ditetapkan agar gambaran pengelompokkan hewan/tumbuhan itu sesuai (mendekati) dengan keadaan dialam (alami).

Selain itu, Taxonomi tidak hanya digunakan pada ilmu-ilmu biologi, namun digunakan juga pada ilmu-ilmu komputer dan aplikasinya. Hal ini menjadikan Taksonomi sebagai ilmu yang luas. Taksonomi pada ilmu non Biologi juga memiliki kemiripan atau malah mirip sama sekali dengan taksonomi dalam ilmu Biologi. Intinya adalah pengelompokkan suatu data (cluster) agar mudah untuk digunakan dan diaplikasikan sesuai fungsinya.

So, Taksonomi merupakan alat (tools) untuk memudahkan kita dalam mengorganisasi berbagai macam hal dari semua bidang ilmu. Hanya fungsi dan kegunaannya yang menjadi spesifik sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Anda ingin berkomentar? Silahkan saja…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s