Lowo Abang

Posted on Updated on

Dulu, kira-kira tahun 1996, sewaktu aku masih duduk di bangku sekolah kelas 2 tepatnya kelas 2-8 SMU N 2 Purwokerto, muncullah nama “LOWO ABANG“. LOWO ABANG merupakan sebuah singkatan kata dari LOro WOlu Anak BANGsa. Terkesan sangar nama LOWO ABANG itu ya… . Asal-usul nama itu tidak diketahui siapa yang pertama melontarkan, namun seiring berjalannya waktu, kami sekelas sering menggunakannya dan saat pembuatan jaket kelas nama dan logo LOWO ABANG tertempel sebagai identitas kelas kami.

Nampaknya nama ini telah merasuk sampai ke hati teman-temanku semua, bagaimana tidak waktu itu memang saat bangganya kami menggunakan nama itu. Ceritanya begini, salah seorang teman, dia hobby elektronika, membawa rakitan tape deck (pcb dan slot kaset tape plus speaker) dan di nyalakan sewaktu jam istirahat. Namun ada seorang guru yang tahu dan langsung menyita barang tersebut. Nah inilah saat yang paling heboh di sekolahku waktu itu, kami para cowok sekelas menghadap semua ke kantor guru (wah penuh tuh ruangan guru). Banyak guru yang heran ada apa sebenarnya. Setelah terjadi diskusi yang panjang antara guru dan kami maka akhirnya paket tape deck tersebut dapat kembali. Kita semua lega dan senang.

Setelah kenaikan ke kelas tiga, hubungan pertemanan kami waktu kelas 2 tersebut masih erat malah semakin erat. Jika ada teman kami yang sedang merayaka ulang tahun, maka kami semua berbondong-bondong untuk datang walaupun cuman nunggu kuenya saja tanpa memberi hadiah. Sampai kami semua dinyatakan LULUS, pertemanan itu masih erat. Ada ide teman kami yang cukup menggelikan, yaitu jika ada yang menikah maka akan diberikan PIALA BERGILIR yang nanti akan diukir nama dan tanggal nikahnya. Nah siapakah yang mendapatkan piala tetap adalah yang menikah paling akhir. Mantaaappp….

Waktupun terus berlari, namun nama LOWO ABANG tetap menjadi simbol kelas kami walaupun telah memasuki bangku kuliah. Hal yang rutin dilakukan adalah bersilaturahmi setelah Lebaran. Inilah saatnya kami bertemu teman lama dan mengenang kelakuan kita pada waktu itu, sembari bercerita pengalaman kuliah masing-masing. Tak lupa juga kami selalu mengundang Wali Kelas kelas 2-8 yang bernama Drs. Rudy Hartono dan guru BP yang selalu memberi nasehat waktu itu (maaf namanya lupa).

Memasuki akhir kuliah kita masih selalu bertemu saat silaturahmi, namun begitu menginjak masa-masa wisuda dan memasuki dunia kerja kita kesulitan untuk mengumpulkan teman-teman semua. Banyak teman kami yang sudah merantau ke berbagai pelosok Nusantara. Mungkin juga sudah ada yang ke luar negeri untuk bersekolah lagi. Namun jika ada waktunya pasti kita semua tetap bisa saling bertemu dan berkumpul untuk saling berbagi diantara kita.

Sekian,

by Dharma Arif Nugroho

Anggota LOWO ABANG

One thought on “Lowo Abang

    mbokefatih said:
    Sabtu, 15 November 2008 pukul 22:17

    Lowo abang ya maz…?
    Kenal mbak ventin “pepeng” ga maz…? Sama2 lowo abang loh,sekarang dah jadi madamme di Mesir, temennya Fakhri n Aisha AAC(halah…)

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s