Hujan yang mengguyur Pulau Ambon beberapa waktu lalu tidak hanya membuat coklat air laut di Teluk Ambon bagian dalam, namun juga memunculkan berbagai masalah. Tanah longsor dan banjir merupakan hal yang pasti terjadi saat hujan lebat mengguyur tanah selama 7 hari berturut-turut. Sampai suatu saat saya melihat sendiri tanah longsor yang membuat kegiatan survey penelitian menjadi batal akibat jalan tertutup tanah longsor tersebut.
Struktur tanah dan batuan yang mudah runtuh dan kurangnya pohon yang berada di lereng bukit, menambah mudahnya tanah longsor. Tak mudah untuk menangani masalah ini jika hujan lebat terus menerus mengguyur, hari ini longsor di satu lokasi, esok harinya longsor terjadi di lokasi lain dan yang parah jika terjadi di daerah pemukiman penduduk.
Ngomong-ngomong soal bencana, saya jadi berpikir sangat-sangat jauh dan agak tidak masuk akal. Begini ceritanya, suatu waktu turun hujan yang lebat seperti kemarin ini, lalu tanah longsor dan banjir terjadi. Nah disaat seperti ini tiba-tiba terjadi gempa dan berpotensi Tsunami. Celakanya adalah pesisir Pulau Ambon adalah lokasi pemukiman penduduk yang tidak terhalang apapun, hanya talud yang dibuat untuk menguatkan badan jalan. Apa jadinya jika hal tersebut terjadi dan bagaimana cara evakuasi penduduk di sepanjang pesisir pantai. Jika lari ke atas bukit saat hujan lebat begitu ancaman tanah longsor semakin besar. Jalur evakuasi juga sangat tidak memungkinkan karena hanya ada satu jalur jalan yang menghubungkan semua desa di pesisir pantai.
Kita saat ini tidak sadar akan bahaya dikemudian hari, namun perlu direnungkan bagaimana cara/pola evakuasi penduduk jika ada bencana seperti itu. Kesiapsiagaan akan bencana harusnya sudah di berikan kepada semua penduduk dilokasi rawan bencana termasuk pembuatan jalur evakuasi jika bencana terjadi.
Pemikiran ini bukan untuk membuat takut penduduk pesisir, namun untuk mengingatkan semua pihak yang berkaitan dengan kebencanaan. Memang belum ada kejadian, namun siapa yang bisa menduga bencana akan datang?













Jun 06, 2011 @ 02:15:58
kita memang hidup di sebuah negeri yang secara geografis sangat akrab dengan bencana, mas arif. oleh karena itu, saya sangat setuju apabila ada pendidikan kebencanaan agar anak2 masa depan negeri ini memiliki kekuatan utk mewaspadai bencana sekaligus menyikapinya dengan baik.
Jun 08, 2011 @ 11:34:26
Betul Pak, sepertinya perlu masuk di kurikulum sekolah, minimal masuk di muatan lokal terlebih dahulu.
Jun 09, 2011 @ 22:53:17
Setuju sekali kalau pendidikan tentang bencana ini dimasukkan dalam muatan lokal. Tanah air tercinta ini memang berpotensi besar dengan bencana alam akibat perbuatan manusia maupun karena aktifitas bumi.
Salam kenal, mas Dharma. Kunjungan perdana semoga berkah jadi jalinan silaturahim.
Jun 11, 2011 @ 21:14:45
Terima kasih untuk Alris, salam kenal juga…
Jun 15, 2011 @ 22:26:57
iya pendidikan memang penting, tapi mestinya infrastruktur harus diperkuat juga agar bencana dapat dicegah atau diminimalisir.
balik-balik lagi: tidak ada dana
*miris*
Jun 23, 2011 @ 13:32:43
Banyak yg udah mengingatkan untuk membuat sistem tanggap bencana… *menanti hasilnya*
ah ya semoga Ambon gak sampe kena musibah macem2 ya…
Jun 23, 2011 @ 15:54:35
@ Om Brad: Itu dia INFRASTRUKTUR, alat seperti buldozer masih disimpan di Kota, lha ini terjadi di trans Ambon jauh dari Kota.
Jun 23, 2011 @ 15:56:17
@Eka: Terkadang pelaksanaan tanggap bencana masih minim tenaga ahli yang tahu pasti harus melakukan apa saat bencana…
Jul 20, 2011 @ 07:24:02
yah saya pun sering waspada sekarang dengan selalu membawa jaket hujan